MAKALAH PENGANTAR
ADMINSTRASI PERKANTORAN
“Tata Lingkungan Kantor dan Prinsip 5 R
Dalam Tata Ruang Kantor”
O
L
E
H
Kelompok 6
Sriatun
Tri Agustia Ningsih Huswatun Hasanah
Widia Astuti
Wiwin Fitriana
Guru Pembimbing
Suharman S.pd
SEKOLAH
MENENGAH KEJURUAN NEGERI 2 SELONG
Jalan Raya Sukamulia Telp. (0376) 22317
E-mail : smknegeri2selong@yahoo.co.id
Lombok Timur –
NTB
Tahun Pelajaran
2014/2015
KATA PENGANTAR
Segala puji dan sukur sudah
sepantasnya kita panjatkan ke hadirat Allah SWT yang hingga saat ini masih
berkenan memberikan kepercayaan-Nya kepada kita semua untuk menikmati segala
karunia-Nya, dan hanya dengan qudrat dan iradat-Nyalah penyusun dapat menyelesaikan
makalah ini. Adapun makalah ini di susun untuk memenuhi mata pelajaran Pengantar
Administrasi Perkantoran. Semoga dengan penyusunan makalah ini dapat menambah
pengetahuan dan pemahaman diri penyusun tentang mata pelajaran ini. Demi
kesempurnaannya, penyusun selalu mengharapkan adanya saran dan masukan dari
berbagai pihak.
Tidak lupa penyusun mengucapkan terima kasih kepada guru pembimbing mata
pelajaran Pengantar Administarasi Perkantoran dan kepada semua pihak yang telah
mendukung hingga terselesaikannya makalah ini.
Harapan penyusun semoga makalah ini dapat memberikan manfaat khususnya
bagi penyusun sendiri dan umumnya bagi siapa saja yang membaca.
Sukamulia
, 5 Mei 2015
Penyusun
Kelompok
6
DAFTAR ISI
Halaman
Judul ............................................................................................. 1
Kata
Pengantar............................................................................................. 2
Daftar
Isi .............................................................................................. 3
BAB
I : PENDAHULUAN
1.1 Latar
belakang .................................................................... 4
1.2 Rumusan
masalah ................................................................ 4
1.3 Tujuan
............................................................................... 4
BAB
II :
PEMBAHASAN
2.1 Tata Lingkungan Kantor....................................................... 5
2.2 Prinsip 5 R Dalam
Tata Ruang Kantor................................... 12
BAB III : PENUTUP
3.1 Kesimpulan ………………………………………………………………....... 14
3.2
Saran................................................................................. 14
3.3 Daftar
Pustaka.................................................................... 14
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar
belakang
Dalam melaksanakan suatu tata usaha,
salah satu faktor yang menentukan keberhasilannya
adalah penyusunan tempat kerja dan alat-alat perlengkapan kantor dengan
sebaik-baiknya. Jika dilihat dari sisi pegawai, ketepatan pemilihan tata ruang
kantor ini dapat menentukan produktivitas,
kekreatifan dan kenyamanan karyawan secara tidak langsung. Begitu pula jika
dihubungkan dengan tingkat efisiensi dan efektivitas kegiatan. Tata ruang dan
lingkungan fisik kantor dapat menentukan bagaimana kualitas serta kuantitas
hasil pekerjaan yang dilakukan.
Pada saat ini, lahan kosong banyak
dijadikan perkantoran modern. Walau terasa luasnya kurang ideal, tetapi kenyataannya tetap berdiri sebuah kantor. Dari
penjelasan ini, maka dapat diambil kesimpulan, bahwa segalanya dapat diatasi,
jika teknik atau taktik yang digunakan baik dan dapat menyesuaikan kriteria.
Apa dan bagaimana teknik-teknik yang paling tepat dan sesuai standar tata ruang
kantor tersebut, akan kami bahas dalam makalah berikut.
1.2 Rumusan masalah
a) Apa yang dimaksud dengan tata lingkungan kantor ?
b) Apa yang dimaksud dengan prinsip 5 R dalam tata
lingkungan kantor ?
1.4
Tujuan
Dari masalah-masalah yang telah dirumuskan di atas, maka
penulisan makalah ini memiliki beberapa tujuan, antara
lain:
a)
Pengertian
tata lingkungan kantor !
b)
Pengertian
5 R dalam tata lingkungan kantor !
BAB
II
PEMBAHASAN
2.1 Tata
Lingkungan Kantor
1. Lingkungan
Fisik Kantor
a.
Pengertian lingkungan kerja fisik
Lingkungan kerja fisik adalah keseluruhan atau setiap aspek
dari gejala fisik dan sosial-kultural yang mengelilingi atau mempengaruhi
individu. (Komarudin, 2002 : 142).
Lingkungan kerja fisik adalah segala sesuatu yang ada di
sekitar para pekerja yang dapat mempengaruhi dirinya dalam menjalankan tugas-tugas
yang dibebankan, misalnya penerangan, suhu udara, ruang gerak, keamanan,
kebersihan, musik dan lain-lain (Alex. S. Nitisemito, 2002 : 183).
Berdasarkan definisi tersebut dapat dinyatakan lingkungan
kerja fisik adalah segala sesuatu yang ada di sekitar karyawan bekerja yang
mempengaruhi karyawan dalam melaksanakan beban tugasnya. Masalah lingkungan
kerja dalam suatu organisasi sangatlah penting, dalam hal ini diperlukan adanya
pengaturan maupun penataan faktor-faktor lingkungan kerja fisik dalam penyelenggaraan
aktivitas organisasi.
b.
Faktor-faktor lingkungan kerja fisik
Lingkungan kerja fisik adalah segala sesuatu yang ada di
sekitar para pekerja yang dapat mempengaruhi dirinya didalam melaksanakan
tugas-tugasnya.
Faktor-faktor lingkungan kerja fisik adalah
sebagai berikut :
1) Pewarnaan
Masalah warna dapat berpengaruh terhadap karyawan didalam
melaksanakan pekerjaan, akan tetapi banyak perusahaan yang kurang memperhatikan
masalah warna. Dengan demikian pengaturan hendaknya memberi manfaat, dalam arti
dapat meningkatkan semangat kerja karyawan. Pewarnaan pada dinding ruang kerja
hendaknya mempergunakan warna yang lembut.
Warna yang baik dipakai pada ruangan yang sempit adalah
warna putih, karena dengan putih ruangan tersebut akan nampak lebih luas,
bersih yang dapat membantu pekerjaan yang memerlukan ketelitian. Di sini bukan
warna saja yang perlu diperhatikan, karena kombinasi warna yang salah dapat
menimbulkan rasa yang kurang menyenangkan bagi orang yang memandangnya. Rasa
yang tidak menyenangkan akan menyebabkan turunnya semangat kerja karyawan,
masalah warna bukan hanya pada dinding saja, namun juga warna mesin, peralatan
dan bahkan warna seragam yang dikenakan oleh karyawan.
Sistem penerangan yang mempergunakan dinding atau sebagai pembaur
sinar, kembali dapat mempengaruhi warna yang dipergunakan dalam ruangan kerja
karyawan, sehingga dapat menimbulkan penerangan yang baik di dalam ruangan
kerja tersebut.
Dibawah ini terdapat daftar beberapa
warna yang dapat merangsang dan mempengaruhi perasaan manusia :
|
Warna
|
Sifat
|
Pengaruh
|
Untuk
Ruangan
|
|
1. Merah
|
Dinamis, merangsang dan panas
|
Menimbulkan semangat kerja
|
Pekerjaan sepintas lalu (singkat)
|
|
2. Kuning
|
Keanggunan, bebas dan hangat
|
Menimbulkan rasaa gembira
|
Gang-gang, jalan dan lorong
|
|
3. Biru
|
Tenang, tentram dan sejuk
|
Mengurangi tekanan atau tegangan
|
Berpikir dan konsentrasi
|
2) Penerangan
Penerangan
dalam ruang kerja karyawan memegang peranan yang sangat penting dalam
meningkatkan semangat karyawan sehingga mereka akan dapat menunjukkan hasil
kerja yang baik, yang berarti bahwa penerangan tempat kerja yang cukup sangat
membantu berhasilnya kegiatan-kegiatan operasional perusahaan.
Atas dasar hal tersebut di atas maka, pemeliharaan sistem
penerangan ini sangat diperlukan di dalam suatu perusahaan, walaupun demikian
sistem penerangan ini hanya menunjang saja bukan satu-satunya faktor yang
menentukan berhasilnya proses produksi. Disamping faktor penerangan,
faktor-faktor lain juga harus diperhatikan.
3) Udara
Di
dalam ruangan kerja karyawan dibutuhkan udara yang cukup, dimana dengan adanya
pertukaran udara yang cukup, akan menyebabkan kesegaran fisik dari karyawan
tersebut. Suhu udara yang terlalu panas akan menyebabkan menurunnya semangat
kerja karyawan di dalam melaksanakan pekerjaan.
Adapun suhu udara atau temperatur ruang kerja karyawan yang
didapat dipertahankan baik pada musim panas maupun di musim dingin adalah bahwa
suhu udara harus dipertahankan di bawah 21oC untuk menekan kelembaban.
4) Suara bising
Bunyi
bising sangat diperhatikan, karena dapat membantu kesenangan kerja, merusak
pendengaran dan dapat menimbulkan komunikasi yang salah. Oleh karena itu setiap
perusahaan selalu berusaha untuk menghilangkan suara bising tersebut atau
paling tidak menekannya untuk memperkecil suara bising tersebut. Dengan
terganggunya seseorang atau karyawan didalam melaksanakan pekerjaan
mengakibatkan pekerjaan tersebut salah sehingga jumlah dan mutu barang yang
dihasilkan menurun.
Kemampuan perusahaan di dalam menyediakan dana untuk
keperluan pengendalian suara bising tersebut, juga merupakan salah satu faktor
yang menentukan pilihan cara pengendalian suara bising dalam suatu
perusahaan.
Suara
bising dapat dihindari dengan suatu tindakan seperti:
a. Mengurangi intensitas dari bunyi itu
pada sumbernya dengan mengadakan perubahan atau modifikasi mesin secara
mekanis.
b) Mencegah terpencar atau meluasnya
suara bising tersebut dengan mengisolasikan atau menutup rapat-rapat suara
bising tersebut.
c)
Menghindari adanya alunan suara yang memantulkan dengan
jalan menyerap suara itu dengan bahan-bahan penyerap suara itu seperti rock
wall atau fiber glass.
Lebih baik menggunakan musik, musik merupakan salah satu
untuk meningkatkan kepuasan kerja dan kinerja karyawan dengan menghilangkan
rasa bosan dan monoton dalam melakukan pekerjaan kantor. Sebaiknya program
pemutaran musik hanya diberikan dalam jangka waktu 10-15 menit setiap jam.
5) Ruang gerak
Dalam
suatu perusahaan hendaknya karyawan yang bekerja mendapat tempat yang cukup
untuk melaksanakan pekerjaan atau tugas. Seseorang tidak mungkin dapat bekerja
dengan tenang jika tempat yang tersedia tidak dapat memberikan kenyamanan.
Padatnya tempat sama ruang gerak yang sempit dapat
mengurangi semangat kerja karyawan dalam melakukan aktivitasnya. Dengan
demikian ruang gerak di dalam melaksanakan pekerjaan perlu diperhatikan,
sehingga karyawan dapat bekerja dengan baik, dan begitu juga sebaliknya jika
ruang gerak terlalu lebar akan mengakibatkan pemborosan biaya.
Oleh
karena itu ruang gerak untuk tempat karyawan
c. Persyaratan lingkungan fisik Kantor
Adapun
persyaratan lingkungan fisik yang harus diusahakan oleh setiap kantor adalah
sebagai berikut:
- Kebersihan
Kebersihan
meliputi bangunan, perlengkapan, dan perabotan yang ada di lingkungan kantor
harus dipelihara kebersihannya.
- Luas Ruang Kantor
Ruang kerja
harus menyediakan luas lantai 40 square feet untuk setiap pegawai, minimal (3,7
meter persegi)
- Suhu Udara
Temperature
yang layak harus dipertahankan dalam ruangan kerja minimal 16 derajat celcius.
- Ventilasi
Peredaran
udara segar atau udara yang telah dibersihkan harus diusahakan dalam ruang
kerja.
- Penerangan Cahaya
Cahaya alam
atau lampu yang cocok dan cukup harus ada dalam ruang kerja, sedangkan
peralatan
- Fasilitas Kesehatan
Kamar kecil,
toilet, dll harus disediakan untuk para petugas serta dipelihara kebersihannya.
- Fasilitas Cuci
Ruang cuci
muka/tangan dengan air hangat dan dingin berikut sabun dan handuk disediakan
seperlunya.
- Air Minum
Air bersih
untuk keperluan minum petugas harus disediakan melalui pipa atau tempat
penampungan khusus.
- Tempat Pakaian
Dalam kantor
harus disediakan tempat untuk menggantungkan pakaian yang tidak dipakai sewaktu
kerja dan fasilitas untuk mengeringkan pakaian basah.
- Tempat Duduk
Petugas harus
disediakan tempat duduk untuk keperluan bekerja dengan sandaran kaki.
- Lantai, Gang, Dan Tangga
Lantai harus
dijaga agar orang tidak mudah tergelincir, tangga diberi pegangan untuk tangan
dan bagian yang terbuka diberi pagar.
- Mesin
Bagian mesin
yang berbahaya harus diberi pelindung dan petugas yang memakainya harus
terlatih.
- Beban Berat
Pegawai
tidak boleh ditugaskan mengangkat, membawa atau memindahkan beban berat yang
dapat menyebabkan kecelakaan.
- Pertolongan Pertama
Dalam
ruangan kerja harus disediakan kotak obat – obatan sebagai pertolongan pertama
untuk pegawai apabila ada pegawai yang mengalami sakit atau luka akibat
bekerja.
- Penjagaan Kebakaran
Di dalam
kantor harus disediakan alat untuk memadamkan kebakaran baik itu lonceng
ataupun alarm.
- Pemberitauan Kecelakaan
Kecelakaan
dalam kantor yang menyebabkan kematian atau absen pegawai lebih dari 1 minggu
harus dilaporkan kepada pihak berwajib.
d.
Pentingnya
Lingkungan fisik kantor
- Mempengaruhi kesehatan pegawai (pengaruh penerangan yang jelek terhadap penglihatan, suara yang gaduh terhadap syaraf, terlalu banyak orang terhadap semangat kerja dan angin terhadap kesehatan badan)
- Pengaruhnya terhadap efisiensi kantor (penerangan) yang jelek mengakibatkan kesalahan – kesalahan, suara yang gaduh, pemanasan, dan ventilasi yang jelek dapat menimbulkan kekacauan (Moekijat,1997).
2. Lingkungan
Social Kantor
Lingkungan social kantor telah menujukkan pada
hubungan antar orang yang terlibat dalam kantor. Hubungan yang terjadi dalam
sebuah kantor akan menentukan kelancaran tugas untuk mencapai tujuan. Tata
hubungan itu lazimnya dikenal dengan komunikasi administrasi atau komunikasi
organisasi.
Ditinjau
dari sasaran komunikasi dan tujuannya dapat dibedakan menjadi:
- Komunikasi Formal
Komunikasi
ini dilakukan dalam situasi formal, sehingga bahasa apapun istilah/ungkapan
yang digunakan harus merujuk pada kondisi formal. Situasi formal misalnya pada
rapat, seminar, lokakarya, pembelajaran di kelas, dll.
- Komunikasi Informal
Komunikasi
informal terjadi dalam hubungan keseharian baik antar sejawat maupun dengan
bawahan
- Komunikasi Eksternal
Komunikasi
eksternal yang terjadi antar pihak lembaga kantor dengan pihak – pihak diluar
lembaga kerja. Atau dengan kata lain sebagai hubungan lembaga dengan mitra
kerja.
- Komunikasi Internal
Komunikasi
ini menunjuk pada komunikatornya maksudnya orang – orang yang terlibat masih
dalam lingkup satu kantor.
- Komunikasi Vertikal
Komunikasi
yang menunjuk pada kedudukan ataupun jabatan dalam organisasi, contohnya
hubungan antar rector dengan karyawan, rector dengan para dosen, direktur
dengan cleaning service.
- Komunikasi Horizontal
Merupakan
komunikasi yang terjadi antar teman sejawat. Contoh lain antar dekan di
lingkungan PT. antar ketua jurusan di lingkungan fakultas.
3. Dasar Penentuan Tempat
Dalam
pemilihan lokasi kantor/tempat kantor terdapat beberapa faktor yang perlu
dipertimbangkan yang telah dikemukakan oleh beberapa ahli. Menurut Terry (Dalam
Gie 2000) faktor–faktor yang perlu dipertimbangkan dalam memilih tempat/lokasi
kantor ialah :
a. Corak Gedung, termasuk warna gedung,
ukuran, reputasi, usia, usia gedung , pelayanan yang tersedia
b. Fasilitas gedung yaitu fasilitas
fasilitas yang membuat gedung menjadi lebih baik seperti AC, listrik, tempat
parkir, jalan keluar dll
c. Dekatnya kantor dengan perusahaan.
Contohnya hubungan para pelanggan, fasilitas pengakutan, pusat pertokoan,
hotel, kantor pos, dll
d. Biaya . Semua faktor yang
menimbulkan biaya tetepi dipertimbangkan biaya yang minimal
e. Stabilitas penyewa. Bila kantor
disewa perlu dipertimbangkan stabilitas penyewaan (lama penyewaan). Perpindahan
kantor sering dilakukan akan berdampak negatif, terutama pada perusahaaan yang
sudah besar.
f. Flexsibelitas ruangan. Meliputi
ruang yang memungkinkan pengaturan yang cocok untuk bermacam–macam bagian
kantor, ukuran diesign yang cocok untuk tempat peralatan, mesin–mesin. Disini
perlu diperhatikan bisa tidaknya dilakukan perubahan–perubahan terhadap ruang
itu sendiri
g. Penerangan dan ventilasi. Tiap
ruangan diusahakan mendapat penerangan alam, ventilasi dan sirkulasi udara yang
cukup
h. Bebas dari kotoran dan suara gaduh.
Fokusnya adalah kebersihan udara, lingkungan dan suara gaduh, karena itu akan
dapat menggangu pekerjaan kantor.
2.2 Prinsip
5 R Dalam Tata Ruang Kantor
Setiap perusahaan pasti
mengharapkan suatu lingkungan kerja yang selalu bersih, rapi, dan masing –
masing orang mempunyai konsistensi dan disiplin diri, sehingga mampu mendukung
terciptanya tingkat efisiensi dan produktifitas yang tinggi di perusahaan.
Namun pada kenyataannya kondisi ini sulit terjadi di setiap perusahaan. Banyak
perusahaan yang seringkali mengeluh begitu sulitnya dan banyak membuang waktu
hanya untuk mencari data dan atau sarana yang lupa penempatannya. Tidak hanya
itu, seringkali kita kurang nyaman dengan kondisi berkas kerja yang berantakan
dan tidak jarang memicu kondisi emosional kita.
Beberapa permasalahan tersebut
diatas dapat kita atasi dengan melakukan penerapan program 5R (Ringkas, Rapi,
Resik, Rawat dan Rajin), yang merupakan adaptasi program 5S (Seiri, Seiton, Seiso,
Seiketsu dan Shitsuke) yang dikembangkan di Jepang dan sudah digunakan oleh
banyak negara di seluruh penjuru dunia. Ini merupakan suatu metode sederhana
untuk melakukan penataan dan pembersihan tempat kerja yang dikembangkan dan
diterapkan di Jepang.
5R merupakan budaya tentang
bagaimana seseorang memperlakukan tempat kerjanya secara benar. Bila tempat
kerja tertata rapi, bersih, dan tertib, maka kemudahan bekerja perorangan dapat
diciptakan, dan dengan demikian 4 bidang sasaran pokok industri, yaitu
efisiensi, produktivitas, kualitas, dan keselamatan kerja dapat lebih mudah
dicapai.
ü
RINGKAS
Prinsip RINGKAS adalah
memisahkan segala sesuatu yang diperlukan dan menyingkirkan yang tidak
diperlukan dari tempat kerja. Mengetahui benda mana yang tidak digunakan, mana
yang akan disimpan, serta bagaimana cara menyimpan supaya dapat mudah diakses
terbukti sangat berguna bagi sebuah perusahaan.
Langkah melakukan RINGKAS :
Ø
Cek-barang yang berada di area masing-masing.
Ø
Tetapkan kategori barang-barang yang digunakan
dan yang tidak digunakan.
Ø
Beri label warna merah untuk barang yang tidak
digunakan
Ø Siapkan
tempat untuk menyimpan / membuang /memusnahkan barang-barang yang tidak
digunakan.
Ø
Pindahkan barangbarang yang berlabel merah ke
tempat yang telah ditentukan.
ü
RAPI
Prinsip RAPI adalah menyimpan
barang sesuai dengan tempatnya. Kerapian adalah hal mengenai sebagaimana cepat
kita meletakkan barang dan mendapatkannya kembali pada saat diperlukan dengan
mudah. Perusahaan tidak boleh asal-asalan dalam memutuskan dimana benda-benda
harus diletakkan untuk mempercepat waktu untuk memperoleh barang tersebut.
Langkah melakukan RAPI :
Ø Rancang
metode penempatan barang yang diperlukan, sehingga mudah didapatkan saat
dibutuhkan
Ø
Tempatkan barang-barang yang diperlukan ke
tempat yang telah dirancang dan disediakan
Ø Beri
label / identifikasi untuk mempermudah penggunaan maupun pengembalian ke tempat
semula.
ü
RESIK
Prinsip RESIK adalah
membersihkan tempat/lingkungan kerja, mesin/peralatan dan barang-barang agar
tidak terdapat debu dan kotoran. Kebersihan harus dilaksanakan dan dibiasakan
oleh setiap orang dari CEO hingga pada tingkat office boy.
Langkah melakukan RESIK :
Ø
Penyediaan sarana kebersihan,
Ø
Pembersihan tempat kerja,
Ø
Peremajaan tempat kerja, dan
Ø
Pelestarian RESIK.
ü
RAWAT
Prinsip RAWAT adalah
mempertahankan hasil yang telash dicapai pada 3R sebelumnya dengan
membakukannya (standardisasi).
Langkah melakukan RAWAT :
Ø
Tetapkan standar kebersihan, penempatan,
penataan
Ø
Komunikasikan ke setiap karyawan yang sedang
bekerja di tempat kerja
4. RAJIN
Prinsip RAJIN adalah
terciptanya kebiasaan pribadi karyawan untuk menjaga dan meningkatkan apa yang
sudah dicapai. RAJIN di tempat kerja berarti pengembangan kebiasaan positif di
tempat kerja. Apa yang sduah baik harus selalu dalam keadaan prima setiap saat.
Prinsip RAJIN di tempat kerja adalah “LAKUKAN APA YANG HARUS DILAKUKAN DAN
JANGAN MELAKUKAN APA YANG TIDAK BOLEH DILAKUKAN”
Langkah melakukan RAJIN :
Ø
Target bersama,
Ø
Teladan atasan
Ø
Hubungan/komunikasi di lingkungan kerja
Ø
Kesempatan belajar
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
1. Lingkungan kerja fisik adalah segala
sesuatu yang ada di sekitar karyawan bekerja yang mempengaruhi karyawan dalam
melaksanakan beban tugasnya.
2. Faktor-faktor lingkungan kerja fisik
adalah pewarnaan,
penerangan, suara bising, udara dan ruang gerak.
3. Adapun
persyaratan lingkungan fisik yang harus diusahakan oleh setiap kantor adalah kebersihan, luas ruang kantor, suhu udara, dan sebagainya.
4. Lingkungan
social kantor telah menujukkan pada hubungan antar orang yang terlibat dalam
kantor.
5. Ditinjau
dari sasaran komunikasi dan tujuannya dapat dibedakan menjadi komunikasi formal, informal, eksternal, internal, vertical dan horizontal.
6. 5R merupakan budaya tentang bagaimana seseorang memperlakukan tempat
kerjanya secara benar.
3.2 Saran
a) Kita sebagai pelajar hendaknya
mengetahui bahwa apa itu tata lingkungan kantor.
b) Sebagai pelajar yang mempunyai
pengetahuan yang luas kita juga hendaknya mengetahui
factor-faktor apa saja yang mempengaruhi lingkungan kantor, persyaratan
lingkungan kantor dan bagaimana cara orang berkomunikasi di dalam lingkungan
kantor.
c) Dan sebagai pelajar yang baik kita
juga harus bisa mengetahui apa itu 5 R.
3.3 Daftar Pustaka
Gie, The Liang.
2006. Administrasi Perkantoran Modern,
Edisi Ke-empat. Yogyakarta: Liberty
Tjandra, Sheddy
N dkk. 2008. Kesekretarisan, Jilid I. Jakarta: Direktorat Pembinaan SMK