MAKALAH SEJARAH INDONESIA
“ PENGARUH BUDAYA
INDIA ”
O
L
E
h
Kelompok 1 :
<≈> ABD.
Latif
<≈> Wiwin
Fitriana
<≈> Nanik
Nuraini
Guru Pembimbing
Sholihah
S.Pd
SEKOLAH
MENENGAH KEJURUAN NEGERI 2 SELONG
Jalan Raya Sukamulia Telp. (0376) 22317
E-mail : smknegeri2selong@yahoo.co.id
Lombok Timur –
NTB
Tahun Pelajaran
2014/2015
KATA
PENGANTAR
Segala puji dan sukur sudah sepantasnya kita panjatkan
ke hadirat Allah SWT yang hingga saat ini masih berkenan memberikan
kepercayaan-Nya kepada kita semua untuk menikmati segala karunia-Nya, dan hanya
dengan qudrat dan iradat-Nyalah penyusun dapat menyelesaikan makalah ini.
Adapun diskusi ini di susun untuk memenuhi mata pelajaran Sejarah Indonesia.
Semoga dengan penyusunan makalah ini dapat menambah pengetahuan dan pemahaman
diri penyusun tentang mata pelajaran ini. Demi kesempurnaannya, penyusun
selalu mengharapkan adanya saran dan masukan dari berbagai pihak.
Tidak lupa
penyusun mengucapkan terima kasih kepada guru pembimbing mata pelajaran Sejarah
Indonesia dan kepada semua pihak yang telah mendukung hingga terselesaikannya makalah
ini.
Harapan penyusun
semoga makalah ini dapat memberikan manfaat khususnya bagi penyusun sendiri dan
umumnya bagi siapa saja yang membaca.
Sukamulia , 12
Agustus 2014
Penyusun
Kelompok 1
DAFTAR
ISI
Halaman
Judul ............................................................................................. 1
Kata
Pengantar............................................................................................. 2
Daftar
Isi .............................................................................................. 3
BAB
I : PENDAHULUAN
1.1 Latar
belakang .................................................................... 4
1.2 Rumusan
masalah ................................................................ 5
1.3 Tujuan
............................................................................... 5
BAB
II :
PEMBAHASAN
2.1 Pengaruh Budaya India......................................................... 6
2.2 Masuknya Pengaruh
Kebudayaan India ke Indonesia ............... 8
2.3 Pengaruh Kebudayaan
India dalam Kebudayaan
Indonesia ......................................................................... 10
2.4 Perkembangan Kebudayaan
India ke Indonesia....................... 12
BAB III : PENUTUP
3.1 Kesimpulan........................................................................ 13
3.2 Saran............................................................................... 13
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Indonesia adalah bangsa yang majemuk, terkenal dengan
keanekaragaman dan keunikannya. Terdiri dari berbagai suku bangsa, yang
mendiami belasan ribu pulau yang tidak terlepas dari pengaruh budaya luar,
salah satunya pengaruh budaya India. Kebudayaan India masuk ke Indonesia pada
saat Indonesia masih mengalami masa pra-sejarah. Masuknya kebudayaan India
ini sekaligus menandai berakhirnya masa pra-sejarah dan mulai membawa
bangsa Indonesia ke jaman sejarah, karena sejak saat itu bangsa kita
mulai mengenal tulisan.
Pengaruh hindu-budha ini dapat terlihat dari berbagai macam
peninggalan-peninggalan yang tersebar hampir disetiap pulau-pulau di Indonesia
yang kini menjadi kebanggaan tersendiri bagi bangsa ini yang berasal dari
berbagai kerajaan Hindu-Budha yang merupakan cikal bakal terbentuknya bangsa
ini. Dengan hadirnya kebudayaan India di Indonesia banyak sekali aspek yang
dipengaruhinya antara lain seni, agama, tradisi, bangunan dan lain-lain.
Sebagai generasi penerus bangsa pertama kita wajib
mengetahui sejarah bangsa ini. Sehingga penyusun merasa perlu untuk menyusun
makalah ini agar dapat membantu dan memudahkan pembaca untuk mengetahui sejarah
dan pengaruh kebudayaan India di Indonesia.
1.2
Rumusan Masalah
1. Apa itu budaya India?
2. Bagaimana awal masuknya kebudayaan
India (Hindu-Budha) ke Indonesia?
3.Apa
saja pengaruh kebudayaan India dalam kebudayaan Indonesia?
4.Bagaimana
perkembangan kebudayaan India di Indonesia?
1.3
Tujuan
1. Untuk mengetahui apa yang merupakan
kebudayaan India.
2.Untuk
mengetahui sejarah awal masuknya kebudayaan India (Hindu-Budha) ke Indonesia.
3. Untuk mengetahui pengaruh kebudayaan
India di Indonesia.
4.Untuk
mengetahui perkembangan masuknya kebudayaan India (Hindu-Budha) di Indonesia.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Budaya India
Budaya berasal dari kata Sansekerta yaitu “buddhayah”
atau “buddhi” yang berarti akal. Kebudayaan dapat diartikan sebagai
hal-hal yang berkaitan dengan akal. Dan melalui akalnya manusia memiliki hasil
karya yang senantiasa berkembang mengikuti perkembangan kehidupan manusia itu
sendiri.
Kebudayaan India tidak terlepas dari pengaruh agama
Hindu-Budha yang berkembang di lembah sungai Indus, India. Sekitar 2000 tahun
SM mulai berkembang agama Hindu dan beberapa waktu kemudian di India pula lahir
budaya dan agama Budha.
Dalam kebudayaan Hindu terjadi perpaduan antara budaya Arya
(kepercayaan untuk memuja banyak Dewa (Polytheisme) ),
budaya Dravida (memuja roh nenek moyang), dan
budaya Munda ag (kasta-kasta). Dalam Agama Hindu ada lima keyakinan dan
kepercayaan yang disebut dengan Pancasradha yang juga ikut
mempengaruhi budaya yang ada di India. Pancasradha merupakan keyakinan dasar umat Hindu. Kelima
keyakinan tersebut, yakni:
Sedangkan agama Budha lahir sebagai reaksi
terhadap dominasi golongan Brahmana dalam ritual keagamaan. Sejarah agama
Buddha juga ditandai dengan perkembangan banyak aliran dan mazhab, serta
perpecahan-perpecahan. Yang utama di antaranya adalah aliran tradisi Theravada , Mahayana, dan Vajrayana (Bajrayana).
CANDI
BOROBUDUR DAN CANDI PRAMBANAN
Kedua candi ini merupakan peniggalan
masa Hindu-Budha dan berlokasi di Jawa Tengah. Candi Borobudur terletak di kota
Magelang, jawa Tengah. Dari bentuk arsitekturnya candi ini merupakan candi
Budha. Candi yang megah ini merupakan satu diantara tujuh keajaiban dunia. Kita
sebagai bangsa Indonesia tentu bangga dengantinggalan buda itu dan harus dapat
merwat peninggalan yang sangat berharga tersebut. Yidak jauh dari Candi
Borobudur, terdapat candi Prambanan. Candi Hindu itu terletak di perbatasan
Kota Daerah Istimewa Yogyakarta dengan Klaten, Jawa Tengah. Kedua candi yang
megah itu merupakanbukti perkembangan agama dan kebudayaan Hindu-Budha di
Indonesia.
Dua mahakarya itu merupakan
bukti-bukti pencapaian yang luar biasa pada Dinasti Syilendra. Setelah masa
dinasti tersebut surut, pusat kebudayaan dan politik kerajaan pindah ke Jawa
bagian timur. Di Jawa bagian timur itu kemudian berdirilah kerajaan yang
diperintah oleh keturunan Raja Mataram yang bernama Mpu Sindok. Beberapa suber
sejarah dari Cina menyebutkan tentang adanya hubungan perkawinan antara
rajaJawa dan Bali pada masa pemerintahannya.
Sementara itu, di Sumatra terdapat
Kerajaan yang sangat terkenal, yaitu Sriwijaya.Kerajaan yang handal menjalin
hubungan dengan dunia internasional melalui jaringan perdagangan
dankemaritimannya. Dalam masa itulahpara pedagang datang dari India, Cina dan
Arab untuk meramaikan Sriwijaya. Saat sumatra berada di bawah Dinasti
Syilendra, kerajaan itu dapat menguasai kerajaan-kerajaan lain di sepanjang
Selat Malaka. Pada masa itu pula hubungan dengan India dan Cina berkembang
pesat. Bahkan hubungan itu sangat berpengaruh dalam perkembangn budaya pada
masa itu, bahkan hingga saat ini pengaruh kedua budaya itu masih dapat kita
temui. Kehebatan Sriwijaya juga ditunjukkan dengan adanya “dharma”
(sumbangan) dari Raja Sriwijayauntuk mendirikan asrama di Nalanda, India.
Sriwijaya pun menjadi pusat belajar agama Budha pada masa itu. Sumber-sumber
Tibet dan Nepal menyebutkan, seorang pendeta Budha di Sriwijaya selama 12
tahun, atas saran I-tsing, seoran musafir dari Cina yang lebih dahulu pernah
singgahdi Sriwijaya.
Jika mengunjungi Candi Prambanan atau
Candi Borobudur, kamu akan melihat kisah dalam dunia wayang.Tentu kamu juga
pernah mendengar tentang wayang, atau bahkan ada yang suka melihat wayang.
Wayang sudah dikenal oleh nenek moyang kita sejak masa Hindu-Budha. Melalui
wayang kisah Mahabharata dipentaskan. Kisah yang hingga saat ini
masaih populer adalah kisah Bharatayudha. Kisah yang menceritakan
tentang perang saudara antara Kurawa dan Pandawa, tentang kebaikan yang
mengalahkan kejahatan. Cerita itu merupakan saduran dari India. Seorang
pujangga Jawa diperintahkan oleh Jayabana untuk menulis cerita itu dalam versi
Jawa. Jayabaya adalah Raja Kediriyang kekuasaannya tidak dapat ditentang oleh
kerajaan-kerajaan lain. Raja ini pula yang dikenal karena kehebatan ramalannya.
Selain Mahabharata juga dikenal cerita tentang Ramayana. Dari
kisah Ramayana itulah
disebut adanya Jawdwipa, pulau yang kaya dengan tambang emas dan perak.
Nam Jawadwipa juga sudah dikenal oleh
seorang ahli geografi Yunani, Ptolomeus, pada awal tarkih Masehi dengan nam “Labadiu”.
Jadi nama Kepulauan Indonesia sudah ditulis dan dikenal oleh penulis Barat jauh
pada masa awal Masehi. Ptolomeus menyebutkan bahwa Pulau Labadiu artinya Pulau
Padi atau dikenal pula dengan Jawadwipa.
2.2
Masuknya Kebudayaan Hindu ke Indonesia
Proses masuk dan berkembangnya pengaruh Hindu di Indonesia disebut
penghinduan atau Hinduisasi. Berikut merupakan teori-terori masuknya kebudayaan
Hindu ke Indonesia :
1.
Teori Brahmana
Teori ini mengatakan bahwa kebudayaan Hindu masuk ke
Indonesia dibawa oleh para kaum brahmana. Para brahmana mendapat undangan dari
penguasa di Nusantara untuk mengajarkan agama kepada raja dan memimpin
upacara-upacara keagamaan.
Tokoh yang mengemukakan pendapat tersebut adalah J.C.
Van Leur. Ia perpendapat bahwa agama Hindu masuk ke Indonesia di bawa oleh kaum
brahmana, karena hanya kaum brahmana yang berhak mempelajari dan mengerti isi
kitab suci Weda. Pendapatnya ini juga berdasarkan pada pengamatannya terhadap
sisa-sisa peninggalan kerajaan-kerajaan yang bercorak Hindu-Buddha di
Indonesia, terutama pada prasasti-prasasti yang menggunakan bahasa Sansekerta
dan huruf Pallawa,dimana bahasa Sansekerta dan huruf Pallawa itu hanya
dimengerti oleh para brahmana.
2.
Teori Ksatria
Teori ini mengatakan bahwa kebudayaan Hindu masuk ke
Indonesia dibawa oleh para kaum Ksatria atau para prajurit. Tokoh yang
mengemukakan pendapat tersebut adalah F.D.K. Bosch. Menurut Teori
ksatria, jaman dulu di India sering terjadi perang. Kemudian para prajurit yang
kalah banyak yang pergi meninggalkan India. Banyak diantara mereka pergi ke wilayah
nusantara. Mereka inilah yang kemudian menyebarkan agama dan kebudayaan hindu
di wilayah nusantara. .
3. Teori Waisya
Teori ini mengatakan bahwa agama Hindu yang masuk ke
Indonesia di bawa oleh para pedagang India yang berdagang di Indonesia dan kemudian
mengajarkan ajaran agama Hindu kependuduk setempat. Tokoh yang mengemukakan
pendapat tersebut adalah N.J. Krom. Menurut NJ. Krom, proses terjadinya
hubungan antara India dan Indonesia karena adanya hubungan perdagangan,
sehingga orang-orang India yang datang ke Indonesia sebagian besar adalah para
pedagang. Perdagangan yang terjadi pada saat itu menggunakan jalur laut dan
teknologi perkapalan yang masih banyak tergantung pada angin musim.
Hal ini mengakibatkan dalam proses tersebut, para pedagang India
harus menetap dalam kurun waktu tertentu sampai datangnya angin musim yang
memungkinkan mereka untuk melanjutkan perjalanan. Selama mereka menetap,
memungkinkan terjadinya perkawinan dengan perempuan-perempuan pribumi. Mulai
dari sini pengaruh kebudayaan Hindu menyebar dan menyerap dalam kehidupan
masyarakat Indonesia.
4.
Teori Sudra
Teori ini mengatakan bahwa kebudayaan Hindu masuk ke
Indonesia dibawa oleh para kaum sudra,dalam hal ini adalah kaum-kaum terbawah.
Tokoh yang mengemukakan pendapat tersebut adalah Von Van Faber. Von Van Faber
ini menyatakan bahwa penyebaran agama hindu ke Indonesia dibawa oleh
orang-orang India yang berkasta sudra. Alasannya karena mereka dianggap sebagai
orang-orang buangan dan hanya hidup sebagai budak sehingga mereka datang ke
Indonesia dengan tujuan untuk mengubah kehidupannya.
5.
Teori Arus Balik
Teori ini mengatakan bahwa agama Hindu yang masuk ke
Indonesia dibawa oleh para pelajar (orang Indonesia) yang belajar atau
mendalami agama Hindu di India kemudian setelah mereka menempuh pendidikan.
Lalu mereka pulang dan mengajarkan (menyebarluaskan) ajaran Hindu kepada
penduduk setempat.
Teori ini di kemukakan oleh F.D.K Bosch. Ia mengemukakan
peranan bangsa Indonesia sendiri dalam penyebaran dan pengembangan agama
hindu. Penyebaran budaya India di Indonesia dilakukan oleh kaum terdidik.
Akibat interaksinya dengan para pedagang India, di Indonesia terbentuk
masyarakat Hindu terdidik yang di kenal dengan sangha. Mereka giat mempelajari
bahasa Sanskerta, kitab suci, sastra, dan budaya tulis. Mereka kemudian
memperdalam agama dan kebudayaan Hindu di India. Sekembalinya ke Indonesia
mereka mengembangkan agama dan kebudayaan tersebut. Hal ini bisa diliat dari
peninggalan dan budaya yang memiliki corak keindonesiaan.
2.3
Pengaruh kebudayaan India (Hindu-Budha) di Indonesia
a.
Bidang kepercayaan atau agama
Sebelum budaya India masuk, di Indonesia telah berkembang
kepercayaan yang berupa pemujaan terhadap roh nenek moyang. Kepercayaan itu
bersifat Animisme dan Dinamisme. Animisme merupakan satu kepercayaan terhadap
roh atau jiwa sedangkan Dinamisme merupakan satu kepercayaan bahwa setiap benda
memiliki kekuatan gaib.
Dengan masuknya kebudayaan India, penduduk Nusantara secara berangsur-angsur
memeluk agama Hindu dan Buddha, diawali oleh lapisan elite para raja dan
keluarganya. Agama Hindu dan Budha yang berkembang di Indonesia sudah mengalami
perpaduan dengan kepercayaan Animisme dan Dinamisme, atau dengan kata lain
mengalami Sinkritisme. Sinkritisme adalah bagian dari proses akulturasi, yang
berarti perpaduan dua kepercayaan yang berbeda menjadi satu.
Untuk itu agama Hindu dan Budha yang berkembang di Indonesia, berbeda dengan
agama Hindu -Budha yang dianut oleh masyarakat India. Perbedaaan-perbedaan
tersebut dapat dilihat dalam upacara ritual yang diadakan oleh umat Hindu atau
Budha yang ada di Indonesia. Contohnya, upacara Nyepi yang dilaksanakan oleh
umat Hindu Bali, upacara tersebut tidak dilaksanakan oleh umat Hindu di India
b.
Bahasa
Wujud akulturasi dalam bidang bahasa, dapat dilihat dari adanya penggunaan
bahasa Sansekerta yang dapat temukan sampai sekarang dimana bahasa Sansekerta
memperkaya perbendaharaan bahasa Indonesia. Dan istilah-istilah penting yang
menggunakan bahasa Sanskerta.
c.
Organisasi sosial kemasyarakatan
Wujud akulturasi dalam bidang organisasi sosial kemasyarakatan dapat dilihat
dalam organisasi politik yaitu sistem pemerintahan yang berkembang di Indonesia
setelah masuknya pengaruh India. Pemerintahan Raja di Indonesia ada yang
bersifat mutlak dan turun-temurun seperti di India dan ada juga yang menerapkan
prinsip musyawarah. Prinsip musyawarah diterapkan terutama apabila raja tidak
mempunyai putra mahkota yaitu seperti yang terjadi di kerajaan Majapahit, pada
waktu pengangkatan Wikramawardana.
d.
Bidang Sosial
Dalam bidang sosial terjadi perubahan-perubahan dalam tata
kehidupan sosial masyarakat. Perubahan itu terjadi sebagai akibat
diperkenalkannya sistem kasta dalam masyarakat. Kasta-kasta itu diantaranya
kasta brahmana, kasta ksatria, kasta waisya kasta sudra.
e.
Sistem pengetahuan
Wujud akulturasi dalam bidang pengetahuan, salah satunya yaitu perhitungan
waktu berdasarkan kalender tahun saka, tahun dalam kepercayaan Hindu. Menurut
perhitungan satu tahun Saka sama dengan 365 hari dan perbedaan tahun saka
dengan tahun masehi adalah 78 tahun sebagai contoh misalnya tahun saka 654,
maka tahun masehinya 654 + 78 = 732 M.
f.
Teknologi
Salah satu wujud akulturasi dari teknologi terlihat dalam seni bangunan Candi.
Seni bangunan Candi tersebut memang mengandung unsur budaya India tetapi
keberadaan candi-candi di Indonesia tidak sama dengan candi-candi yang ada di
India, karena candi di Indonesia hanya mengambil unsur teknologi pembuatannya
melalui dasar-dasar teoritis yang tercantum dalam kitab Silpasastra yaitu
sebuah kitab pegangan yang memuat berbagai petunjuk untuk melaksanakan
pembuatan arca dan bangunan. Contoh candi Borobudur salah satu dari 7 keajaiban
dunia dan merupakan salah satu peninggalan kerajaan Mataram. Itu membuktikan
masyarakat telah memiliki pengetahuan dan teknologi yang tinggi.
g.
Kesenian
Wujud akulturasi dalam bidang kesenian terlihat dari seni
rupa, seni sastra, seni bangunan dan seni pertunjukan.
1. Seni rupa
Unsur
seni rupa India telah masuk ke Indonesia dibuktikan dengan ditemukannya
relief-relief cerita sang Budha pada candi Borobudur, cerita Ramayana pada
candi Prambanan. Dan sekarang relief-relief tersebut dijadikan hiasan pada
bangunan, seperti yang terdapat pada pustaka wilayah yang terdapat di provinsi
Riau.
2. Seni sastra
Bahasa
sanskerta yang berasal dari India tersebut membawa pengaruh besar terhadap
perkembangan sastra di Indonesia, seperti prasasti yang ditulis dengan huruf
pallawa dan sanskerta. Tidak hanya itu kitab-kitab yang dibuat pada zaman
tersebut juga memiliki nilai sastra yang tinggi.
3. Seni bangunan
Yang
menjadi bukti berkembanngnya budaya India di Indonesia adalah bangunan candi.
Dasar bangunan candi merupakan hasil pembangunan bangsa Indonesia pada zaman megalitikum
yang berupa punden berundak-undak kemudian mendapat pengaruh dari
kebudayaan India sehingga menjadi wujud sebuah candi.
4. Seni Pertunjukkan
Wayang Seni pertunjukan wayang
merupakan salah satu kebudayaan asli Indonesia dan pertunjukan wayang tersebut
sangat digemari terutama oleh masyarakat Jawa. Wujud akulturasi dalam
pertunjukan wayang tersebut terlihat dari pengambilan lakon cerita dari kisah
Ramayana maupun Mahabarata yang berasal dari budaya India.
2.4
Perkembangan Kebudayaan Budha
Proses
berkembangnya agama Budha juga dimulai dengan lahirnya kerajaan-kerajaan yang
bercorak Budha. Salah satu kerajaan Budha terbesar di Indonesia adalah kerajaan
Sriwijaya yang merupakan masa keemasan agama Budha. Bahkan Sriwijaya menjadi
salah satu pusat pengembangan agama Buddha di Asia Tenggara. Hal ini terlihat
pada catatan seorang sarjana dari China bernama I-Tsing yang melakukan
perjalanan ke India dan Nusantara serta mencatat perkembangan agama Buddha disana.
Biarawan Buddha lainnya yang mengunjungi Indonesia adalah Atisa, Dharmapala,
seorang profesor dari Nalanda, dan Vajrabodhi, seorang penganut agama Buddha
yang berasal dari India Selatan.
BAB III
PENUTUP
3.1.
Kesimpulan
Dari
pembahasan tersebut dapat disimpulkan bahwa:
1.
Letak Indonesia yang strategis dan
penghasil rempah-rempah membuat Indonesia dikunjungi bangsa asing yang berniat
berdagang sekaligus menyebarkan agama.
2.
Berkembangnya kebudayaan India
(Hindu-Budha) ditandai dengan berdirinya berbagai kerajaan yang bercorak
Hindu-Budha.
3.
Hadirnya kebudayaan India menambah
keanekaragaman budaya di Indonesia.
4.
Kebudayaan India mempengaruhi banyak
aspek kehidupan di Indonesia diantaranya : bidang kepercayaan atau agama,
bahasa, organisasi sosial kemasyarakatan, bidang sosial, system pengetahuan,
teknologi dan kesenian.
3.2
Saran
1.
Kita sebagai generasi muda hendaknya melestarikan budaya dan peninggalan
sejarah.
2.
Sebagai negara yang mempunyai posisi strategis
yang sering mendapat pengaruh kebudayaan asing hendaknya kita mampu memfilter
sehingga kebudayaan asli Indonesia itu sendiri tidak hilang.
3.
Sebagai warga Negara yang cinta pada tanah air, hendaknya kita mampu menerapkan
nilai-nilai budaya yang positif agar bangsa kita ini menjadi bangsa yang
berkarakter.
DAFTAR PUSTAKA
Sumber
Internet :
Florentina
Lenny Kristiani dalam hhtp://klubnova.tabloidnova.com/KlubNova/Artikel/Aneka-Tips/Tips-Rumah/Cara-Pilih-Cobek-Batu
diunduh tanggal 19 Mei 2013, pukul 10:09
Utomo,
Bambang Budi. 2009. Atlas Sejarah Indonesia Masa Prasejarah (Hindu-Budha).
Jakarta : Kementrian Kebudayaan dan Pariwisata.
--------.
2010. Atlas Sejarah Indonesia Masa Klasik (Hindu-Buddha), Jakarta : Kementrian
Kebudayaan dan Pariwisata.
Zulkifli,
dkk. (2009). Konsep Dasar IPS. Pekanbaru: Cendikia Insani.
buddha.html.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar